"Ternyata curhat ke kamu bikin lega ya".
Beberapa orang mengatakan hal seperti itu ke saya.
Kata mereka, saya adalah seorang pendengar yang baik. Jika mereka mempunyai masalah atau ingin curhat pasti langsung menghubungi saya.
"Kamu sibuk? Aku mau cerita nih."
Semacam itulah kalimat pembuka di setiap pesan Whatsapp ataupun saat menelpon. Terkadang tanpa bertanya apakah saya sedang sibuk atau apakah kabar saya sedang baik, mereka langsung memulai curhatan yang panjang dengan segala genre.
Terkadang saya tidak paham, mengapa mereka memilih saya sebagai tempat curhat. Mulai dari masalah percintaan, padahal saya adalah seorang single sejak lahir. Kalau kata orang sih, paham teori tapi tidak pernah praktek. Lalu ada juga yang curhat masalah keluarga. Terkadang saya hanya bisa terdiam membeku, tanpa bisa mengeluarkan suara untuk menghibur. Saya hanya bisa memberikan senyuman kecil dan berkata melalui mata, "Ayo semangat, kamu pasti bisa melaluinya".
Apalagi saat pandemi sekarang ini. Rasanya hampir setiap hari, saya mendapatkan banyak keluh kesah dari orang yang berbeda. Setiap saya buka Whatsapp pasti ada saja yang mengirim chat dengan kata pembuka "Yass".
"Wah pasti orang ini mau curhat", pikir saya, bukannya mau suudzon tapi saat saya balas "Ada apa?", nggak ada satu menit langsung dibalas "Aku mau curhat". Hmm. Dipikir-pikir jika saya membuka biro khusus curhat, sepertinya saya tidak perlu kesusahan menyebar brosur iklan untuk mencari pelanggan hehe.
Dulu saya sempat berkata pada diri saya,
"Kamu harus jadi pendengar yang baik. Setiap orang yang datang dan curhat ke kamu tentang masalahnya berarti dia percaya sama kamu."
Tapi, sekarang saya tidak ingin melabeli diri sebagai seorang pendengar yang baik. Karena saya terkadang merasa jenuh dan ingin rasanya menutup semua akses komunikasi agar tidak ada yang menghubungi saya hanya untuk sekadar "curhat".
Saya juga tidak pernah bisa memberikan solusi yang baik, dan terkadang menghindari setiap ajakan untuk bertemu. Rasanya terlalu melelahkan untuk menyerap semua energi negatif seorang diri.
Oleh karena itu, saya ingin meluruskan opini mereka tentang diri saya. Saya bukanlah seorang pendengar yang baik.